Jumat, 11 November 2016

CARA BAIK MELESTARIKAN HUTAN

Cara-cara Melestarikan Hutan – Manusia memang diciptakan oleh sang maha pencipta dengan hidup berdampingan dengan alam dan berbagai binatang lainnya sebagai makhluk hidup di dunia. Hal ini tentu saja memiliki maksud dan tujuan, agar manusia dapat memanfaatkan berbagai hasil dan juga kemudahan yang diberikan oleh alam. Tetapi tidak jarang karena keserakahan yang dimiliki oleh manusia banyak diantaranya yang justru menggunakan semua lahan termasuk hutan untuk dijadikan beberapa sarana yang bahkan hewan atau alam tidak bisa menjadi ikut ambil bagian dan justru tersingkirkan.
Untitled
Sebagai generasi muda dan juga sebagai masyarakat yang tidak memiliki kekuasaan dan kewenangan dalam mencegah adanya kegiatan buruk yang dilakukan oleh hutan maka salah satu cara mudah untuk menjaga hutan adalah dengan cara tidak mencorat-coret pohon atau juga bebatuan ketika Anda berkunjung ke hutan. Biarkan saja mereka berkembang dan tumbuh dengan alami tanpa adanya coretan yang menunjukkan bahwa nama Anda pernah terukir disana. Hal ini dirasa cukup egois karena Anda hanya memikirkan Anda sendiri bukan memikirkan kelangsungan dari kehidupan hutan dan juga orang lain yang berkunjung juga kesana.
Cara kedua dalam menjaga kelestarian hutan juga dengan cara tidak membuang sampah sembarangan di hutan. Contoh kecil dan nyata yang seringkali para remaja atau manusia lakukan adalah dengan tanpa atau juga dengan sengaja membuang puntung bekas hasil dari pembakaran rokok dengan santainya di hutan. Jika hutan dalam keadaan yang tidak baik maka api kecil ini dapat membuat hutan menjadi terbakar.
Cara ketiga adalah dengan melakukan tebang pilih tanaman. Hal ini memang hanya menjadi teori saja pada beberapa dunia pendidikan tetapi jika Anda memang salah seorang yang mencintai hutan maka Anda harus bisa menerapkan teori ini ke dalam keadaan nyata. Pohon memang memiliki fungsi untuk diambil manfaatnya, meskipun demikian Anda juga perlu menanam kembali pohon yang telah Anda tebang agar keesokan hari dapat tumbuh dan digunakan untuk cucu dan anak Anda kelak. Mengingat pertumbuhan dari pepohonan yang dirasa cukup membutuhkan waktu yang cukup lama maka hal ini merupakan salah satu langkah yang tepat.
Cara keempat adalah melakukan penebangan pohon secara konservatif. Cara penebangan pohon ini dilakukan dengan cara yaitu memilih menebang pohon yang sudah tidak berproduktif atau tua. Jangan sampai pohon yang masih terlalu muda Anda tebang sehingga menimbulkan dampak yang membuat pohon tua dan tidak berguna memenuhi hutan.
Cara kelima adalah dengan cara melakukan reboisasi terhadap hutan yang telah rusak. Anda dapat melakukan kegiatan ini dengan cara menanam kembali beberapa pohon yang telah habis dengan beberapa bibit pohon yang masih baru. Cara ini selain dapat melestarikan kembali hutan yang telah gundul, hal ini juga bertujuan untuk mencegah adanya kelongsoran yang diakibatkan oleh hutan yang gundul.

MELESTARIKAN LINGKUNGAN HIDUP

A. Peraturan Pelestarian Lingkungan Hidup

Upaya pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, pemerintah telah mengeluarkan peraturan yang berkaitan dengan pengaturan dan pengelolaan lingkungan hidup, yaitu Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Undang-undang tersebut kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 mengenai Analisis Dampak Lingkungan, PP No. 19 Tahun 1999 mengenai Pengendalian Pencemaran Danau atau Perusakan Laut, dan Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Adapun inti dari peraturan-peraturan tersebut adalah bagaimana manusia dapat mengelola dan memanfaatkan sumber daya lingkungan secara arif dan bijaksana tanpa harus merusaknya. Apabila ada penduduk baik secara individu maupun kelompok melanggar aturan tersebut maka sudah sepantasnya dikenai sanksi yang setimpal tanpa memandang status. Di lain pihak, masyarakat hendaknya mendukung program-program pemerintah yang berkaitan dengan upaya pelestarian lingkungan.

Lingkungan Hidup, Pelestarian Lingkungan Hidup, Pelestarian Lingkungan di Darat, Pelestarian di Lingkungan Perairan. | www.zonasiswa.com


B. Pelestarian di Lingkungan Darat

Beberapa contoh bentuk upaya pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup pada wilayah daratan, antara lain sebagai berikut.

  1. Reboisasi, yaitu berupa penanaman kembali tanaman terutama pada daerah-daerah perbukitan yang telah gundul.
  2. Rehabilitasi lahan, yaitu pengembalian tingkat kesuburan tanah-tanah yang kritis dan tidak produktif.
  3. Pengaturan tata guna lahan serta pola tata ruang wilayah sesuai dengan karakteristik dan peruntukan lahan.
  4. Menjaga daerah resapan air (catchment area) diupayakan senantiasa hijau dengan cara ditanami oleh berbagai jenis tanaman keras sehingga dapat menyerap air dengan kuantitas yang banyak yang pada akhirnya dapat mencegah banjir, serta menjadi persediaan air tanah.
  5. Pembuatan sengkedan (terasering) atau lorak mati bagi daerahdaerah pertanian yang memiliki kemiringan lahan curam yang rentan terhadap erosi.
  6. Rotasi tanaman baik secara tumpangsari maupun tumpanggilir, agar unsur-unsur hara dan kandungan organik tanah tidak selamanya dikonsumsi oleh satu jenis tanaman.
  7. Penanaman dan pemeliharaan hutan kota. Hal ini dimaksudkan supaya kota tidak terlalu panas dan terkesan lebih indah. Mengingat pentingnya hutan di daerah perkotaan, hutan kota sering dinamakan paru-paru kota.

C. Pelestarian di Lingkungan Perairan

Adapun upaya pelestarian lingkungan perairan antara lain melalui upaya-upaya sebagai berikut.


  1. Larangan pembuangan limbah rumah tangga agar tidak langsung ke sungai.
  2. Penyediaan tempat sampah, terutama di daerah pantai yang dijadikan lokasi wisata.
  3. Menghindari terjadinya kebocoran tangki-tangki pengangkut bahan bakar minyak pada wilayah laut.
  4. Memberlakukan Surat Izin Pengambilan Air ( SIPA ) terutama untuk kegiatan industri yang memerlukan air.
  5. Netralisasi limbah industri sebelum dibuang ke sungai. Dengan demikian, setiap pabrik atau industri wajib memiliki unit pengolah limbah yang dikenal dengan istilah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
  6. Mengontrol kadar polusi udara dan memberi informasi jika kadar polusi melebihi ambang batas, yang dikenal dengan emisi gas buang.
  7. Penegakan hukum bagi pelaku tindakan pengelolaan sumber daya perikanan yang menggunakan alat tangkap ikan pukat harimau atau sejenisnya yang bersifat merugikan.
  8. Pencagaran habitat-habitat laut yang memiliki nilai sumber daya yang tinggi, seperti yang telah diberlakukan pada Taman Laut Bunaken dan Taman Laut Kepulauan Seribu.

KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP



A. Pengertian Kerusakan Lingkungan Hidup

Kerusakan lingkungan adalah tindakan yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat-sifat fisik atau hayati yang mengakibatkan lingkungan menjadi kurang atau tidak berfungsi lagi dalam menunjang pembangunan yang berkesinambungan. Kerusakan lingkungan hidup akan mengakibatkan suatu perubahan sifat-sifat dan unsur-unsur lingkungan yang berakibat peran dan arti penting lingkungan hidup bagi kehidupan menjadi terganggu, bahkan tidak berfungsi lagi.

Lingkungan Hidup, Kerusakan Lingkungan Hidup, Pengertian Kerusakan Lingkungan Hidup, Faktor Penyebab Kerusakan Lingkungan Hidup, Jenis-jenis Kerusakan Lingkungan Hidup. | www.zonasiswa.com


B. Faktor Penyebab Kerusakan Lingkungan Hidup

Kerusakan lingkungan dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain.

  1. Perilaku Manusia
    Perilaku manusia di sini adalah sifat ego dari manusia yang berlebihan, sehingga memandang lingkungan sebagai sumber daya alam yang harus dieksploitasi sebanyak mungkin untuk kepentingan dirinya sendiri. Kegiatan eksploitasi yang terus meneurs tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan akan menyebabkan rusak atau hilangnya sumber daya alam yang ada.

  2. Kesulitan Teknologi
    Kesulitan dalam mencari teknologi yang ramah lingkungan, sehingga bayak memutuskan penggunaan teknologi yang tidak ramah lingkungan. Misalna penggunaan CFC untuk pendingin lemari es dan AC.
  • Sikap Individu
    Sikap individu seperti tidak peduli terhadap lingkungan, pandangan yang berpusat pada diri sendiri, perasaan tidak berarti, merupakan sifat yang dapat menebabkan timbulnya kerusakan lingkungan. Kerusakan yang terjadi walaupun dilakukan sedikit demi sedikit, tetapi jika dilakukan terus menerus maka kerusakan lingkungan akan semakin parah.

  • Masyarakat Bersinergi Rendah
    Masyarakat seperti ini merupakan masyarakat yang tidak mempunyai satu tujuan sehingga yang terjadi adalah hilangnya kekuatan untuk memperbaiki lingkungan yang telah rusak. Hal ini harus dihindari untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan.

  • C. Macam-macam Kerusakan Lingkungan Hidup

    Kerusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia juga terjadi di negara-negara lain di dunia. Kerusakan lingkungan tersebut antara lain sebagai berikut:

    1. Kerusakan Hutan
      Hutan memiliki peranan penting dalam lingkungan hidup. Keberadaan hutan sebagai sumber berbagai kubutuhan manusia sangat lah penting. Kerusakan lingkungan hutan yang berupa penggudulan akan menyebabkan bencana seperti kekeringan, banjir, longsor, dan pemanasan global.

    2. Kerusakan Tanah
      Kerusakan tanah dapat terjadi karena banyak faktor. Kerusakan tanah yang paling sering teradi adalah karena erosi. Erosi merupakan hilangnya lapisan atas dari tanah yang disebabkan oleh air, angin, maupun es. Erosi menyebabkan lapisan atas tanah (top soil) yang mengandung banyak unsur hara menjadi hilang.

    3. Pencemaran (Polusi)
      Pencemaran (polusi) adalah peristiwa berubahnya keadaan alam (udara, air, dan tanah) karena adanya unsur-unsur baru atau meningkatnya jumlah unsur-unsur tertenu. Pencemaran ini dapat menimbulkan gangguan ringan dan berat terhadap mutu lingkungan hidup manusia. Pencemaran lingkungan merupakan petunjuk bahwa lingkunga di mana kehidupan itu berlangsung telah mengalami kerusakan. Kerusakan ini disebabkan karena manusia melakukan pengolahan lingkungan melebihi batas kesemimbangan ekosistem, sehingga terjadi ketidakseimbangan dan ketidakserasian ekosistem.

    KEBERSIHAN DAN KEINDAHAN LINGKUNGAN SEKOLAH


     
    Lingkungan sekolah merupakan salah satu tempat atau wahana yang paling umum digunakan sebagai media pembelajaran dalam proses belajar mengajar di Indonesia.
    Seringkali kita mendengar slogan-slogan di berbagai tempat terutama di sekoloah, yang isinya mengajak kita untuk menjaga kebersihan lingkungan. Akan tetapi slogan tadi tidak kita pedulikan, slogan tadi fungsinya hanya seperti hiasan belaka tanpa ada isinya, padahal isi dari sebuah slogan sangat penting bagi kita.
                 Banyak slogan yang mengajak kita untuk menjaga kebersihan, tapi apa kenyataannya? Siswa masih membuang sampah sembarangan, selain ini siswa juga merobek-robek kertas dalam kelas dan bila memakan jajan di tempat A bungkusnya dibuangnya juga di tempat A, padahal di tempat-tempat tersebut telah disediakan tempat sampah. Tentu kita tidak mau sekolah kita menjadi kotor, kumuh dan penuh dengan sampah dan kehilangan keindahannya. Disamping itu sampah yang kita buang sembarangan tadi juga dapat mencemari lingkungan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas dan juga dapat menyebabkan suasana belajar kita tidak nyaman.
    Bila lingkungan sehat maka semua mahkluk hidup yang ada disekeliling kita akan dapat bernafas dengan baik. Terutama kita sebagai siswa dapat menerima materi pembelajaran dengan baik. Karena bila ruangan kelas bersih, pastilah udara akan sejuk. Dan oleh karena itu otak dapat menjalankan fungsi dan kegunaannya dengan sempurna.
    Ada beberapa permasalahan penting yang harus kita bahas dalam Artikel ini, diantaranya :
    1) Kebersihan lingkungan mendorong semangat belajar siswa
    Dalam setiap aspek dan perilaku siswa tentunya tampak dari kebiasaan nya setiap hari. Demikianlah dengan lingkungan kelas bahkan lingkungan sekolah sekalipun. Bila lingkungan sekolah maupun lingkungan kelas termasuk ruangan kelas bersih dan ditata sebaik – baiknya, maka motivasi belajar yang timbulpun akan mengajak sahabat–sahabat untuk semangat dalam mengikuti pembelajaran.
     
    2) Kebersihan lingkungan menjadi keunggulan sekolah
    Kita tahu, bahwa kebersihan lingkungan sekolah juga berdampak dan berpengaruh besar bagi siswa terlebih lagi bagi sekolah itu sendiri. Karena semua orang pasti menyelidiki situasi maupun keadaan sekolah sebelum menjadi siswa disekolah tersebut. Jadi, untuk menjaga nama baik sekolah, setiap penggerak–penggeraknya harus menjaga kebersihan dan kenyamanan di sekolah serta keamanan disekolah. Terlebih dahulu bagi para siswa / siswi di SMA Negeri 1 Ambunten.
    3) Perilaku sebagai cermin sekolah
    Dalam setiap aspek, perilaku suatu individu mempengaruhi karakter masa depannya. Dengan demikian, sekolah dinilai oleh masyarakat setempat dengan melihat berbagai macam karakteristik seseorang siswa maupun sekelompok orang siswa di SMA Negeri 1 Ambunten. Inilah yang disebut dengan cermin kepribadian. Yaitu memperlihatkan karakteristik seorang siswa di SMA Negeri 1 Ambunten.
    4) Kebersihan dapat memperlancar otak manusia
    Perlu kita tahu bahwa lingkungan bersih atau tidaknya berdampak besar bagi otak manusia. Karena oksigen berupa O2 yang dihirup melalui paru–paru sebagian besar berfungsi untuk memperlancar peredaran darah melalui saraf otak manusia. Hal inilah yang selalu dikhawatirkan oleh manusia. Sehingga mereka dapat menjaga kebersihan lingkungan disekitarya.
    5) Penanaman pohon baik untuk lingkungan
    Penanaman pohon kembali atau yang paling identik dengan penghijauan dapat mempengaruhi besarnya jumlah oksigen yang dapat dihirup oleh manusia. Bila dilingkungan sekolah ditanami pohon–pohon rindang, maka di tempat itu pasti banyak terdapat oksigen yang bersih dan segar. Dan pohon–pohonan juga dapat mengurangi polusi dan sinar matahari secara langsung.
    Lingkungan adalah sesuatu gejala alam yang ada disekitar kita, dimana terdapat interaksi antara faktor biotik (hidup) dan faktor abiotik (tak hidup). Lingkungan menyediakan rangsangan (stimulus) terhadap individu dan sebaliknya individu memberikan respons terhadap lingkungan. Dalam proses interaksi itu dapat terjadi perubahan pada diri individu berupa perubahan tingkah laku.Oemar Hamalik (2004 : 194) dalam teorinya “Kembali ke Alam” menunjukan betapa pentingnya pengaruh alam terhadap perkembangan peserta didik. Menurut Oemar Hamalik (2004: 195) Lingkungan (environment) sebagai dasar pengajaran adalah faktor kondisional yang mempengaruhi tingkah laku individu dan merupakan faktor belajar yang penting. Lingkungan yang berada disekitar kita dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Lingkungan meliputi:
     
    1. Masyarakat disekeliling sekolah
    2. Lingkungan fisik disekitar sekolah, Bahan- bahan yang tersisa atau tidak dipakai dan bahan- bahan bekas dan bila diolah dapat dimanfaatkan sebagai sumber atau alat bantu dalam belajar; dan Peristiwa alam dan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat.
     
     
    Dengan adanya pemanfaatan lingkungan sebagai media pembelajaran ini guru berharap siswa akan lebih akrab dengan lingkungan sehingga menumbuhkan rasa cinta akan lingkungan sekitarnya. Langkah awal yang dapat dilakukan (Asnawir & Usman, 2002: 109):
     
    1. Menanami halaman sekolah dengan tumbuh-tumbuhan dan bunga-bunga;
    2. Membawa tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan ke dalam kelas;
    3. Mengusahakan mengoleksi rumput-rumputan dan daun-daunan (herbarium), serangga (insektarium), ikan dan binatang air (aquarium);
    4. Menggunakan batu-batuan dan kerang-kerangan, semua ini dapat dijadikan sebagai sumber pelajaran

    MENGHARGAI ALAM

    lingkungan alam yang tentram

    Menjaga lingkungan alam untuk masa depan yang lebih layak

    Untuk mendapatkan kehidupan yang layak banyak orang melakukan segala cara. Dari bekerja mencari uang untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari, mulai berbisnis, mulai menabung, membeli segala macam produk dan jasa yang kiranya bisa membuat kehidupan mereka semakin baik.
    Tapi banyak orang yang terlalu egois yang mementingkan diri sendiri saja tanpa memikirkan keadaan sekitar. Bagi mereka untuk mendapatkan kehidupan yang layak adalah dengan cara memusatkan segalanya kepada diri mereka sendiri tanpa mempedulikan keadaaan sekitar mereka seperti lingkungan alam sekitar mereka.
    Banyak orang yang sudah lupa bahwa kehidupan yang layak yang mungkin sudah bisa mereka rasakan sekarang semata-mata bukan hanya dari hasil kerja keras mereka sendiri.
    Salah satunya adalah karena faktor lingkungan alam yang tergolong masih bagus yang masih bisa mereka gunakan dan rasakan sampai sekarang. Tapi karena keegoisan menusia pada jaman ini, banyak sekali alam yang sudah mulai rusak, tidak terawat bahkan hancur karena tidak terawat oleh manusia atau karena dirusak oleh manusia.
    Apa hubungannya lingkungan dengan kehidupan manusia?
    Tentu saja hubungan antara lingkungan dengan kehidupan manusia mempunyai relasi yang sangat kuat. Coba bayangkan jika suatu tempat yang mempunyai lingkungan yang kotor, kumuh dan tidak terawat, apakah bisa dijadikan untuk tempat tinggal manusia?
    Tentu saja banyak orang yang tidak mau untuk tinggal di tempat seperti itu, tempat yang tidak layak huni, kotor, kumuh, tidak terawat, yang menyebabkan banyak sekali kuman yang bisa menjadi penyakit bagi tubuh manusia.
    Dan sekarang coba anda bayangkan lagi, jika ada suatu tempat dengan lingkungan yang bersih, banyak sekali penghijauan dengan segala macam pohon dan tumbuhan yang membuat suasana semakin nyaman, udara yang segar pasti banyak orang untuk tinggal di tempat yang mempunyai lingkungan seperti itu.
    Lingkungan yang bersih, nyaman dan tentram memang sangat di idamkan oleh banyak orang, selain membuat hidup menjadi lebih layak lagi, lingkunganyang bersih, nyaman dan tentram membuat perkembangan anak-anak semakin sehat serta membuat semakin betah berada di rumah dengan lingkungan sekitar yang sangat nyaman untuk dinikmati.
    Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mendapatkan lingkungan yang bersih dan nyaman.
    Banyak sekali cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang bersih, nyaman dan tentram agar kehidupan masyarakat semakin layak. Yang pasti masyarakat khususnya bagi setiap individu harus mulai menghilangkan rasa egois mereka yang memusatkan segala sesuatu kepada diri sendiri saja dan mulai memikirkan lingkungan sekitar mereka.
    Masyarakat harus sudah mulai untuk memikirkan lingkungan sekitar mereka juga agar lingkungan terjaga sehingga mereka mendapatkan kehidupan yang lebih layak seperti yang mereka inginkan.
    Cara yang paling gampang untuk menjaga lingkungan adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan tersebut.
    Coba ajak keluarga anda dan tetangga-tetangga anda untuk menjaga kebersihan lingkungan dan membersihkan secara rutin minimal 1 kali dalam seminggu dengan cara mengajak mereka bekerja bakti bersama tiap hari minggu saat liburan. Cara ini memang terlihat sepele tetapi sangat besar pengaruh didalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar kita.
    Cara yang kedua adalah dengan menjaga penghijauan di lingkungan sekitar. Mulailah dengan mencoba menanam pohon-pohonan di lingkungan sekitar anda.
    Lingkungan dengan banyak pepohonan pasti akan semakin menambah kenyaman dilingkungan anda. Karena pohon sendiri memberikan udara yang segar dan sehat

    LINGKUNGAN HUTAN

    menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup




    Menjaga Kelestarian Hutan dan Lingkungan Hidup
    “Tidak ada Hutan, Tidak ada Air, Tidak ada Kehidupan”
    Hutan adalah sahabat kita dan kecintaan terhadap sahabat kita yang satu ini perlu untuk kita hidupkan kembali dan kita benahi lebih serius karena sebenarnya kita adalah orang yang berhutang kepada hutan karena tanpa pamrih hutan-hutan kita telah memberikan  oksigen, menjaga sumber air, menunjang kebutuhan kertas kita dan mencegah terjadinya bencana alam.
    Kita telah lama mengenal istilah-istilah yang menggambarkan kearifan lokal tiap-tiap daerah terkait lingkungan hidup salah satunya yang berasal dari daerah Jawa Barat yang saya jadikan bagian dari judul diatas ”Hutan ruksak, cai saat, manusa balangsak” dan saya meyakini banyak kearifan lokal (local wisdom) lainnya di tiap daerah di Indonesia. Local Wisdom yang ada  menunjukkan  bahwa generasi sebelum kita merupakan generasi yang telah memikirkan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang mencerminkan kepedulian mereka terhadap lingkungan dan kepedulian mereka terhadap generasi setelah mereka. Lalu bagaimana dengan generasi kita hari ini?
    Hal yang mencengangkan ialah kondisi hutan kita hari ini, Hutan kita selama era reformasi justru rusak lebih parah dari era orde baru. Data dari satelit, Tahun 1998 kerusakan hutan kita 28 juta Ha , saat ini sudah ada 58 juta Ha lahan hutan yang rusak, berarti sudah 31 juta Ha lahan hutan yang rusak dalam kurun waktu 10 tahun. Berdasarkan data dari Walhi dari tahun 2000-2005 tercatat hutan Indonesia telah hilang seluas 5,4 juta hektar, selain itu Indonesia mengalami kerugian materil akibat bencana alam sebesar Rp. 36,943 triliun (kerugian langsung) dan Rp. 144,07 triliun (kerugian tak langsung)”.
    Liberalisasi di Sektor Kehutanan
    Tak hanya sektor Pendidikan yang ramai saat ini dibicarakan terkait liberalisasi, namun sektor kehutanan pun mengalami proses liberalisasi akibat kerjasama pemerintah dengan Bank Dunia yang berimbas pada dikeluarkannya PP No. 2 Tahun 2008 dan PP No. 3 Tahun 2008, terdapat dua dokumen yang dikeluarkan oleh Bank Dunia berjudul: “Sustaining Indonesia’s Forests: Strategy for the World Bank 2006-2009” dan “Sustaining Economic Growth, Rural Livelihoods, and Environmental Benefits: Strategic Options for Forest Assistance in Indonesia?” selain itu Bank Dunia juga mendirikan IBRA (Indonesia Bank Restructuring Agency/Badan Penyehatan Perbankan Nasional) dimana melalui IBRA ini ratusan miliar US$ utang-utang industri kehutanan, termasuk utang industri bubur kertas dan HTI pulp dialihkan menjadi utang negara dan menjadi beban rakyat Indonesia (Walhi)
    Padahal hutan seperti kita ketahui merupakan hajat hidup orang banyak yang menyangkut kepentingan kelangsungan hidup kita, sehingga hal yang patut kita perjuangkan ialah meninjau kembali kebijakan liberalisasi sektor kehutanan diatas dalam rangka mencegah hutan-hutan kita semakin gundul tak terkendali serta mengambalikan hak-hak masyarakat untuk memanfaatkan hasil hutan dengan kreatif, tidak terbelit monopoli yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar kehutanan saat ini.
    Mencegah dan Menindak Tegas pelaku perusak lingkungan
    Kasus korupsi pengalihan fungsi hutan lindung seluas 7.300 hektar di Kabupaten Bintan yang melibatkan anggota komisi IV DPR, merupakan contoh tidak bertanggungjawabnya pemimpin saat ini terhadap kondisi hutan, selain itu penindakan yang tegas terhadap pelaku pembalakan liarpun masih terkendala oleh hal yang sifatnya pragmatis yaitu uang, sehingga agenda utama yang perlu ditegakkan ialah seperangkat sistem dan aturan yang tegas untuk menindak perusak lingkungan ini, selain itu dengan memanfaatkan kerjasama yang lebih intensif dalam rangka clean development mechanism (pembangunan bersih) dimana negara berkembang diberi insentif dari pengurangan karbon, maka seharusnya dana untuk pengkaderan polisi hutan yang berdedikasi dan dilengkapi peralaan canggih bukanlah hal yang tidak mungkin.
    Melestarikan Hutan Kita
    Luas hutan Indonesia terus menciut, sebagaimana diperlihatkan oleh tabel berikut: Luas Penetapan Kawasan Hutan oleh Departemen Kehutanan Tahun Luas (Hektar) pada tahun 1950 sebesar 162,0 juta; tahun 1992 sebesar 118,7 juta, tahun  2003 sebesar 110,0 juta dan tahun 2005 sebesar 93,92 juta.
    kita harusnya berkomimen untuk melakukan penghijauan kembali 59 juta Ha hutan yang rusak serta konservasi aneka ragam hayati dan hutan lindung yang ada. Pengembangan kawasan hutan yang tidak boleh kita lupakan ialah perbaikan terhadap hutan bakau kita (mangrove), dimana saat ini kondisi mangrove kita telah rusak, bayangkan saja saat tsunami di Aceh terjadi dimana tinggi gelombang mencapai 40 meter, jika disana terdapat hutan mangrove yang rapat dimana ketinggian hutan bisa mencapai 40 meter maka laju gelombang dapat tertahan, selain itu pengembangan hutan mangrove dapat meningkatkan perolehan ikan nelayan karena hutan bakau dijadikan sebagai tempat ikan bertelur.
    Strategi yang kita usahakan tidak akan berhasil tanpa adanya dukungan dari masyarakat, untuk mendukung proses penghijauan maka elemen masyarakat kehutanan  yang perlu untuk kita tingkatkan, dimana pola-pola pertanian dengan pembakaran lahan perlu untuk kita hindari  melalui edukasi dan pengelolaan lahan terpadu.
    Selain itu motif ekonomi yang mendorong masyarakat merusak hutan bisa kita alihkan dengan melakukan manajemen wisata hutan yang baik, dimana masyarakat kita libatkan dalam mendorong terwujudnya wisata kehutanan, selain meningkatkan pendapatan, tentunya menumbuhkan kecintaan masyarakat Indonesia khusunya dan dunia pada umumnya terhadap hutan Indonesia. Hutan hujan tropis yang bagi saya terbaik di dunia.
    Strategi kebijakan yang tepat, penegakkan hukum yang baik dan keterlibatan masyarakat menjadi agenda utama kita semua dalam melestarikan hutan kita.  Saatnya kita lebih serius menjaga titipan dari anak cucu-kita ini sehingga anak cucu kita masih bisa bernafas dengan udara segar dari hutan tropis Indonesia

    CIRI-CIRI AIR BERSIH

    Ciri-Ciri Air Bersih dan Sehat


    Gambar terkait


    Air merupakan sumber kehidupan. Setiap hari air sangat dibutuhkan untuk kegiatan sehari-hari seperti mandi, masak, mencuci piring, mencuci baju dan kegiatan lainnya.  Bumi sering disebut Planet Biru, karena ¾ bagian permukaan bumi tertutup oleh air. Tetapi tidak jarang pula kita kesulitan dalam mencari air bersih, saat musim kemarau air sumur berubah warna menjadi keruh dan berubah.  Ya memang itu kenyataan yang harus dihadapi, tetapi jangan menyerah kita harus optimis bahwa masalah air dapat teratasi.

    Air yang berubah warna dan bau dapat diatasi dengan menggunakan penyaring air tetapi tidak semua penyaring dapat mendeteksi zat-zat yang terkandung dalam air, untuk mengetahui kualitas air maka disarankan menggunakan alat Electrolizer(elektrolisis) adalah alat test air yang biasa digunakan dalam demonstrasi air Reverse Osmosis untuk menguji dan membandingkan kualitas air minum, alat ini bekerja dengan prinsip medan listrik anoda dan katoda yang digunakan untuk memisahkan kandungan zat besi dan mineral lainnya dari dalam air sehingga tampak seperti kotoran yang terapung di permukaan air. Dengan menggunakan alat Electrolizer RO maka kita mengetahui kualitas air yang kita gunakan dalam sehari-hari.


    Air yang tercemar dan mengandung mineral tinggi akan mengganggu kesehatan tubuh kita, dan di bawah ini ada beberapa ciri-ciri air bersih dan sehat yang aman dikonsumsi, yaitu adalah sbb :
    ~ Air harus jernih atau tidak keruh. Kekeruhan dapat disebabkan karena butir-butir pasir  yang terkandung, semakin banyak butir-butir pasir makan semakin keruh air tersebut.
    ~ Air tidak berwarna, dengan kata lain air yang tidak berwarna maka tidak mengandung zat-zat yang berbahaya bagi tubuh.
    ~ Rasanya tawar dan tidak berbau. Apabila air rasanya asin atau asam maka air itu kualitas rendah. Air yang berbau maka di dalam air itu terjadi pelapukan atau mikroorganisme.
    ~ Kesadahannya rendah.
    ~Derajat keasaman (pH) nya netral sekitar 6,5 – 8,5 dan tidak mengandung zat kimia beracun.
    ~ Tidak boleh mengandung bakteri pantogen seperti Escheria coli atau sering dikenal E coli. Bakteri ini sering menyerang alat pencernaan manusia.

    Lihat Video Electrolizer >>

    Dari penjelasan sebelumnya, apabila ingin mengetes air itu bersih atau sehat jangan hanya melihat dari fisik saja tetapi kandungan yang ada dalam air tersebut. Gunakanlah air bersih, sehat, dan aman bagi Tubuh Kita. Jangan sembarangan mengonsumsi air karena dampaknya akan kita rasakan. Hidup sehat lebih bahagia.